Presiden Prabowo Kirim 90 Sapi untuk Warga Bireuen Meugang

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:08:53 WIB
Presiden Prabowo Kirim 90 Sapi untuk Warga Bireuen Meugang

JAKARTA - Dalam upaya untuk membantu masyarakat Bireuen, Aceh, yang tengah menghadapi dampak bencana alam, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengirimkan bantuan senilai Rp2,2 miliar. 

Dana ini disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dengan tujuan membeli sapi untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang, yang merupakan tradisi khas masyarakat Aceh menjelang bulan Ramadan. 

Tradisi ini melibatkan penyembelihan sapi atau ternak lainnya, dengan dagingnya dibagikan kepada warga agar mereka dapat merayakan persiapan bulan suci dengan penuh berkah.

Bantuan ini sangat berarti mengingat banyaknya warga Bireuen yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, yang mengakibatkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk membeli daging bagi perayaan Meugang. 

Untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, Bupati Bireuen, Mukhlis, langsung turun tangan melakukan pembelian sapi yang kemudian akan disalurkan ke desa-desa yang paling parah terdampak.

Pengadaan Sapi untuk Meringankan Beban Ekonomi Warga

Sebagai langkah nyata untuk merealisasikan bantuan tersebut, Bupati Bireuen melakukan pembelian langsung sebanyak 90 ekor sapi jantan lokal di Pasar Hewan Gelempang Payong, Kecamatan Jeumpa. 

Setiap sapi dibeli dengan harga sekitar Rp25 juta, dengan menyesuaikan bobot hewan tersebut. Mukhlis berharap bantuan ini bisa meringankan beban ekonomi warga Bireuen, terutama yang terdampak bencana.

"Bantuan dari Presiden ini kita belikan lebih kurang 90 ekor lembu. Rata-rata harga per ekor sekitar Rp25 juta, menyesuaikan kondisi bobotnya," ungkap Mukhlis. 

Pembelian sapi di pasar hewan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang diberikan memiliki kualitas yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menjalankan tradisi Meugang.

Bantuan tersebut sangat penting bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit setelah bencana. Meugang, yang dilaksanakan sehari sebelum Ramadan, memiliki makna religius dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Aceh. 

Tanpa bantuan ini, banyak warga yang mungkin kesulitan untuk menyajikan hidangan daging sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini.

Makna Tradisi Meugang bagi Masyarakat Aceh

Meugang bukan sekadar tradisi memasak dan makan daging, tetapi juga sebuah bentuk syukur dan kebersamaan bagi masyarakat Aceh. Pada hari Meugang, setiap keluarga akan memasak daging sapi atau kerbau sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan saling berbagi antar sesama. 

Namun, untuk beberapa keluarga yang terdampak bencana, memenuhi kebutuhan untuk perayaan Meugang bisa menjadi tantangan besar, terutama setelah kehilangan harta benda dan kesulitan ekonomi.

Dengan bantuan dari Presiden Prabowo, masyarakat Bireuen dapat merasakan kebahagiaan dan semangat bersama dalam menjalankan tradisi Meugang meskipun sedang dilanda musibah. 

Daging sapi yang dibagikan kepada kepala keluarga korban bencana diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan dan ketahanan mereka untuk bangkit kembali. 

Bagi masyarakat Aceh, tradisi ini adalah momen yang tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga dengan nilai-nilai keluarga dan agama yang kuat.

Proses Distribusi Sapi dan Harapan untuk Masyarakat yang Terdampak

Proses distribusi sapi yang telah dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen akan dilakukan dengan hati-hati dan terkoordinasi. Sapi-sapi tersebut akan segera disembelih dan dagingnya akan dibagikan kepada kepala keluarga korban bencana di Kabupaten Bireuen. 

Pembagian ini dijadwalkan satu hari sebelum Ramadan dimulai, sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik.

Meskipun bantuan sapi yang disalurkan terbatas, Mukhlis berharap agar masyarakat yang belum menerima bantuan dapat memaklumi keadaan ini. 

"Kami mohon pengertian bagi masyarakat yang belum mendapatkan bagian. Bantuan ini akan dibagikan kepada mereka yang paling terdampak," ujar Mukhlis. 

Dengan demikian, meskipun jumlah sapi terbatas, distribusi dilakukan dengan prioritas pada mereka yang paling membutuhkan.

Mukhlis juga mengingatkan agar masyarakat yang menerima bantuan dapat menggunakannya dengan bijak, serta dapat merayakan Meugang dengan penuh rasa syukur. 

Harapan utama dari distribusi ini adalah agar seluruh warga Bireuen, meski dalam situasi sulit, tetap bisa merayakan bulan suci Ramadan dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Bantuan untuk Membantu Warga Bangkit dari Bencana

Bantuan yang disalurkan oleh Presiden Prabowo melalui Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak hanya terbatas pada pengadaan sapi. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu warga Aceh yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana. 

Selain untuk menjaga kelangsungan tradisi Meugang, bantuan ini juga memiliki tujuan jangka panjang untuk membantu meringankan beban ekonomi dan mempercepat pemulihan pascabencana.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat Bireuen dapat kembali merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk merayakan momen penting dalam kehidupan mereka. 

Tradisi Meugang bukan hanya soal perayaan, tetapi juga bagian dari usaha kolektif masyarakat untuk terus bertahan dan maju, bahkan di tengah bencana. 

Bantuan Presiden Prabowo ini mengirimkan pesan kuat bahwa pemerintah hadir untuk mendukung setiap langkah pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Terkini